Kelengkapan Esai Guru Penggerak
💁
Soal
Essy 1
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Perkembangan IPTEK serta
mobilitas informasi di era revolusi 4.0 yangs erring juga disebut era digital
saat ini berkembang dengan pesat. Perkembangan ini mempengaruhi semua aspek
kehidupan termasuk Lembaga-lembaga sosial. kemampuan dalam melakukan
penyesuaian terhadap tuntutan era digital menjadi tantangan besar. Pendidikan sebagai
salah satu Lembaga vital suatu bangsa harus melakukan perubahan progresif suatu
perkembangan jaman. Pendidikan diharapkan dapat mewujudkan cita-cita bangsa
sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Dalam UUD 1945 Pasal 21 Ayat 1 dan 2, Pasal 32, secara tegas mengatur tentang
Pendidikan. berdasarkan UU system Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Pasal
1 bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar pesrta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, cerdas, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dalam rangak
mencapai tujuan pendidikan di tengah perkembangan jaman yang semakin modern
pada era digital saat ini. Peningkatan kompetensi guru harus terus diupayakan,
guna menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Guru menjadi ujung tombak
dalam mencapai tujuan Pendidikan. Kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu
kompetensi professional, pedagogi, kepribadian, dan sosial yang harus mampu
diimplementasikan dalam lingkungan sekolah. Kenyataannya, tidak semua guru
dalam menjalankan semua kompetensi secara professional. Keempat kompetensi yang
mesti harus dimiliki dan dijalankan namun berbanding terbalik dengan kondisi riil
di lapangan saat ini. Tidak sedikit guru focus dalam mengajar namun mengabaikan
kompetensi lainnya, seperti kepribadian dan sosial. Sehingga guru terkesan
bersikap acuh terhadap perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, dibutuhkan
elemen-elemen penggerak dalam Pendidikan untuk mendorong guru sebagai ujung
tombak menjadi lebih baik dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan saat ini.
Hal tersebut menjadi motivasi dasar saya ini untuk mengikuti program Guru
Penggerak dengan harapan dapat menjadi penggerak untuk diri sendiri, terlebih
lagi penggerak bagi guru-guru yang lainnya dalam meningkatkan kompetensi diri.
Meskipun demikian, menjadi guru penggerak bagi orang lain memanglah bukan
persoalan yang mudah. Namun akan menjadikan tantangan yang sangat luarbiasa dan
menjadikan sebuah kebanggaan tersendiri Ketika menggerakkan orang lain menjadi
lebih baik. Menurut saya, kuncinya cukup sederhana, yaitu kolaborasi dengan
para guru lainnya. Hal tersebut sangatlah mungkin dapat meningkatkan semangat
mengajar dan mendidik para generasi bangsa. Dalam program tersebut akan banyak
pengalaman dan ilmu-ilmu baru yang diperoleh dan dapat diimplementasikan di
sekolah masing-masing. Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki kapasitas dan
kapabilitas untuk dieksplorasi. Masih banyak informasi dan pengetahuan yang
belum diketahui yang harus kita pelajari sejak dini. Permasalahannya adalah kemauan dari setiap
individu untuk berkreasi dan berinovasi masih kurang dan perlu didorong untuk
berkembang. Selain motivasi yang dipaparkan sebelumnya, motivasi lainnya yang
mendorong saya untuk mengikuti program Guru Penggerak adalah ilmu dan
pengalaman baru yang sangat berharga. Terlebih lagi pemerintah sangat gencar
mensosialisasikan berbagai manfaat dan keunggulan menjadi guru penggerak untuk
masa yang akan datang.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Selain motivasi yang kuta, kelebihan-kelebihan lainnya yang saya miliki
untuk mendukung peran sebagai Guru Penggerak nantinya, seperti penghargaan dan
berbagai pelatihan-pelatihan teknis dan non teknis dibidang Pendidikan dan non
Pendidikan yang pernah diikuti diantaranya sebagai berikut :
1. Menjadi peserta dalam
pembekalan Fasilitator Daerah untuk Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana
Kegiatan Penguatan Pengurangan Risiko Bencana Daerah yang dilaksanakan di
Jakarta, 30 September – 4 Oktober 2015 oleh BNPB
2. Sebagai Tim Pendukung,
Penunjang Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah Aman dari
Bencana di Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal 6
Oktober 2015 oleh BPBD Kabupaten Badung.
3. Menjadi peserta pada Program
Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Mode Tatap Muka Guru Kelas SD ( Kelas
Atas ) – KK-B dan KK-H yang diselenggarakan pada tanggal 16 – 20 September 2016
oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Bisnis dan Pariwisata, Jakarta
4. Menjadi peserta pembelajaran
pada Program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) Mode Tatap Muka
Penuh bagi guru SD Kelas Atas (KK-G dan I) yang dilaksanakan pada tanggal 5 –
10 Maret 2018 di Pusat Belajar SD No. 4 Jimbaran yang diselenggarakan oleh
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang
Otomotif dan Elektronika, Jakarta.
5. Sebagai Fasilitator dalam
program training of Facilitator for
STEP-A as part of “Partnership for Strengthening School Preparedness for
Tsunami in 18 Asia-Pasific Countries” pada tanggal 5 – 6 Agustus 2019 di Kuta,
Kabupaten Badung, Provinsi Bali oleh UNDP
6. Menjadi peserta dalam
kegiatan webinar “Kiat Menyelenggarakan Pembelajaran Jarak jauh yang efektif
untuk Guru di Saat Pandemic Covid-19 diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2020
oleh Pendidikan.id.
7. Menjadi peserta pelatihan online
“Membuat Media Pembelajaran (Video Interaktif) yang diselenggarakan pada
tanggal 4-6 September 2020, oleh Omah Digital.
8. Menjadi peserta Webinar
Nasional “Cyber Bullying saat PJJ Daring dan Implementasi Project Based
Learning pada saat PJJ”, yang dilaksanakan oleh Direktorat Sekolah Dasar
(Kemdikbud) pada tanggal 12-19 September 2020
9. Sebagai peserta Dalam
Innovation School Leaders and Teachers ke 21 dengan tema “Cara Guru Evaluasi
Pengajarannya, Memastikan Siswa Membangun Kompetensi yang diharapkan.
Pengajaran Yang Efektif Untuk AKM” diselenggarakan secara online oleh HAFECS
pada tanggal 30 Oktober 2020
10. Sebagai Narasumber dalam
proses pembuatan “Tsunami Preparedness Video yang dibuat oleh United Nations
Development Programme 9UNDP) untuk 2020 World Tsunami Awereness Day, pada
tanggal 5 November 2020
11. Menjadi peserta Webinar
Workshop Jenjang Indonesia OneSearch yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan
Informasi, Perpustakaan nasional RI, pada tanggal 11 November 2020
12. Menjadi peserta dalam Webinar
Semarak Hari Guru Nasional 2020 dengan Tema Tata Kelola organisasi Profesi Guru
diselenggarakan pada tanggal 12 November 2020 oleh Direktorat Pendidik Profesi
Guru dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan, Jakarta
13. Menjadi peserta Pelatihan
Pemanfaatan Akun Pembelajaran Kemdikbud dengan Tema “Strategi Pengelolaan
Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19” diselenggarakan oleh PGRI
Kabupaten Badung berkolaborasi bersama Google Master Training-GTK secara daring
dari tanggal 23 – 26 Pebruari 2021.
14 Menjadi peserta yang telah
menyelesaikan Pelatihan Admin Belajar.id, Kerjasama Komunitas Belajar.id di
Kabupaten Badung, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung
dengan Pusdatin-Kemendikbud, Refo, dan Google For Education, diselenggarakan
nsecara daring dari tanggal 29 Oktober – 1 Nopember 2021.
15. Menjadi peserta dalam kegiatan
Sekolah Lapang Gempabumi 2021 oleh BMKG Wilayah III Denpasar dari tanggal 29 –
30 desember 2021.
16. Sebagai Pelaku Tsunami Ready
Kelompok FPRB dalam Pembentukan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready
Community) Kelurahan Tanjung Benoa, Bulan Mei 2022 oleh Deputi Geofisika BMKG,
Jakarta
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Dalam
melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai guru di satuan Pendidikan saya
telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan saya sebagai
seorang guru terutama dalam hal membuat laporan hasil penilaian peserta didik
berbasis excel. Saya terus berupaya memperkenalkan serta mengimbaskan
memanfaatkan aplikasi tersebut kepada teman-teman guru lainnya, baik didalam
satu sekolah ataupun ke sekolah lain. Upaya tersebut saya lakukan murni untuk
berbagi dengan para guru lainnya dalam rangka mengefisiensikan pekerjaan.
Aplikasi excel yang saya buat dapat mempersingkat waktu guru untuk membuatnya.
Memulai dari data siswa, nama, NISN, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin
dan sebagainya. Analisis nilai siswa, program remidi, pengayaan, rekap nilai,
dan sampai leger raport menjadi satu dalam aplikasi excel tersebut. Selain
memperkenalkan aplikasi pengolahan nilai tersebut, saya juga aktif memberikan
pendampingan kepada teman sejawat di tempat saya bekerja. Dengan pengenalan
aplikasi dan pendampingan yang saya lakukan sangat berdampak positif terhadap
kemajuan pada diri guru maupun pada aspek managemen sekolah. Meski saya hanya
sebagai guru honorer, saya tetap berupaya mengembangkan diri maupun kelompok
sering saya lakukan dengan sukarela. Jangankan di sekolah tempat saya bekerja,
di organisani non Pendidikan yang saya ikuti juga saya terapkan pendataan
anggota warga secara online. Saya ditunjuk oleh Kepala Lingkungan tempat saya
tinggal sebagai sekretaris 2. Saya ikut organisasi Masyarakat Pendatang
Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung,
Provinsi Bali. Saya ditugaskan untuk melakukan pendataan khusus warga pendatang
non permanen. Dalam pendataan, saya menggunakan google form untuk mempermudah
saya bekerja mendapatkan data yang di harapkan oleh pimpinan. Data tersebut
saya olah Kembali pada aplikasi excel, sehingga data yang saya berikan kepada pimpinan
menjadi tersetruktul, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, saya
juga mengikuti pelatihan untuk memantapkan keterampilan saya dalam pengolahan
data. Hal tersebut dapat menjadi modal awal untuk saya melakukan berbagai
inovasi maupun geraka-gerakan pemberdayaan terkait pembelajaran berbasis IT. Di
satuan Pendidikan tempat saya bekerja, Pemkab Badung menyediakan Leptop khusus
untuk belajar siswa. Aplikasi yang belum pernah saya dapatkan dan saya lakukan
pada program bembelajarn tersebut, saya beserta guru-guru lain dilatih oleh Tim
yang di fasilitasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten Badung. Kami disana dilatih
untuk penggunaan aplikasi Classroom HP. Aplikasi tersebut dapat digunakan dalam
PBM di kelas. Guru dapat mempresentasikan materi pada leptop dan siswa dapat
menyimak pada leptop yang digunakan saat belajar di kelas. Agar terjadi koneksi
jaringan antara leptop guru dan siswa, dibutukan ruter yang berfungsi
mengkoneksikan leptop guru dengan semua leptop siswa. Selain itu, saya juga dapat
memantau setipa leptop siswa. Tugas dapat di share dan diambil Kembali dalam
waktu singkat. Media pembelajaran berupa PTT, Gambar, Video, juga dapat kita
tayangkan. Keunggulan dari aplikasi tersebut, saya tidak perlu menggunakan LCD
proyekto. Apapun yang saya tampilkan, siswa akan dapat melihat dan sebaliknya,
apa yang siswa kerjakan, saya dapat juga memantau dari leptop yang saya
gunakan. Melihat dari uraian yang saya
paparkan sebelumnya, saya merasa perlu dan harus terlibat secara intensif dalam
berbagai program pemerintah yang terkait Pendidikan. Salah satunya program Guru
Penggerak. Program Guru Penggerak merupakan salah satu program unggulan
pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Risert dan
Teknologi. Dengan program ini, semua guru di seluruh Indonesia mendapat
kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi diri dan sekaligus sebagai
penggerak bagi para guru lainnya untuk meningkatkan profesionalisme di
bidangnya. Selain memotivasi yang kuat, kelemahan-kelemahan lainnya yang saya
miliki menjadi modal awal yang baik untuk mendukung peran saya sebagai Guru
Penggerak nantinya. Penghargaan dan pelatihan-pelatihan teknis dan non teknis
bidang Pendidikan baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan tingkat
internasional diharapkan dapat menjadi pertimbangan panitia seleksi Calon Guru
Penggerak tahun 2022 pada angkat 8 untuk menerima saya sebagai Guru Penggerak.
Selain itu juga diharapkan dapat menjadi pendukung dalam menjalankan peran sebagai Guru Penggerak.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!
Berdasarkan
surat dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Nomor Und.
247/BNPB/D1/PR. 01/9/2015 , tanggal 21 September 2015 tentang Pembekalan
Fasilitator Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana, Kegiatan Penguatan PRB
Daerah. Dalam rangka penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana di 10
sekolah/madrasah pada 10 Kab/Kota kegiatan penguatan PRB daerah, Direktorat
Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasonal Penanggulangan Bencana akan
melaksanakan Pembekalan Fasilitator Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana
yang akan diselenggarakan pada Hari/tanggal : Rabu – Minggu, 30 September
sampai 4 Oktober 2015, bertempat di Hotel Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto
Kav. 71 – 73 Jakarta. Sekolah kami ditunjuk untuk mewakili kegiatan tersebut,
karena SD No. 2 Tanjung Benoa terletak dekat dengan pantai dan secara geografis
wilayah sekolah kami sangat rawan terhadap bencana gempa buli yang berpotensi
Tsunami. Perasaan saya pada saat itu
terasa hampa dikarenakan saya belum pernah sama sekali melakukan kegiatan
tersebut apalagi sampai keluar daerah. Informasi yang saya dapatkan langsung
dari BNPB Jakarta yang dikirim melalui via email. Pertama kali saya sampaikan
kepada Kepala sekolah saya tempat bekerja. Dengan memberanika diri saya
menghadap langsung ke ruang kepala sekolah. Yang saya kawatirkan, saya hrus
meninggalkan tugas utama saya sebagai seorang guru, yang harus mengajar kepada
siswa yang saya pegang saat itu. Dengan nada yang rendah, kepala sekolah
mengijinkan saya untuk ikut kegiatan tersebut. Sebelumnya saya belum mengetahu
tentang informasi keberangkatan bersama siapa dan kemana seharusnya saya
melakukan koordinasi. Keesokan harinya, Kepala bidang kesiapsiagaan BPBD
kabupaten Badung, datang berkunjung kesekolah kami untuk melakukan koordinasi
keberangkatan tempat kegiatan. Perasaan saya agak menjadi lega, karena ada
teman yang saya ajak kesana. Yang mewakili dari Provinsi Bali sebanyak 3 orang,
1 perwakilah sekolah yaitu saya sendiri, pihak dari BPBD Kabupaten Badung, dan
Ketua FPRB Provinsi bali.
Soal Essy 2
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Pada
tanggal 29 September 2015, saya bersama Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD
Kabupaten Badung berangkat menuju ke Jakarta, tepatnya ke Hotel Bidakara , Jl.
Jend. Gatot Subroto Kav. 71 – 73 Jakarta. Keesokan harinya saya, Bapak Kabid
dan Ketua FPRB Prov. Bali mengikuti kegiatan Pembekalan Fasilitator Penerapan
Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Banyak hal yang saya tidak ketahui,
sampai-sampai saya merasa minder dan bosan. Semua itu disebabkan keterampilan
tersebut merupakan hal yang awam saya ketahui. Dengan penuh semangat dan
motivasi dari teman-teman, saya berusaha memahani satu er satu materi yang
disampaikan oleh fasilitator pusat. Dengan rendah hati saya meminta kepada
fasilitaror untuk sabar menyampaikan materinya. Dengan kegigihan akhirnya saya
bisa memahmi apa yang disampaikan saat itu. Pelatihan yang saya dapatkan selama
5 hari dimulai dari tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2015 yaitu sebanyak 8
jenis kegiatan, yaitu :
1.
Pelatihan
Penerapan SMAB Aparatur dan Legislatif
2.
Pelatihan
Guru, Komite, dan Pemerintah Desa
3.
Pelatihan
Anak atau SIswa
4.
Workshop
Kajian Risiko Bencana Partisipatif
5.
Workshop
Penilaian Rencana Aksi, Pembentukan Tim Siaga Bencana di Sekolah
6.
Workshop
Pembuatan Protap, Peta dan Jalur Evakuasi
7.
Workshop
Pra Gladi dan Pelaksanaan Gladi di Sekolah
8.
Workshop
Evaluasi Pelaksanaan dan Rencana Tindak Lanjut
Dari
semua kegiatan saya ikuti dengan penuh semangat, karena setelah kegiatan ini,
saya bersama 3 rekan saya akan mengimplementasikan ke delapan kegiatan tersebut
di Sekolah Kami, Masyarakat, SKPD sampai ke legislatif. Pada setiap kegiatan
tersebut, kami juga dilatih bagaimana memfasilitasi semua kegiatan yang
anggarannya dari pusat. Bagaimana cara berbicara didepan public, menenangkan
dan memfokuskan audien agar tetap semangat dalam mengikuti kegiatan. Melalui
pembekalan fasilitator daerah ini, sangat banyak manfaat yang saya dapatkan.
Suasana kekeluargaan sangat kental. Banyak rekan-rekan dari daerah lain saya
ketahui sambal menceritakan pengalaman, keunikan dan kearifan lokal daerah
masing-masing. Perasaan bangga dan senang tidak bisa saya utarakan, karena
keunikan budaya yang saya dengan secara langsung. Biasanya saya selaku guru
menginformasikan keragaman budara nusantara melalui sumber buku dan internet.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?
Setelah
selesai mendapatkan Pelatihan yang saya dapatkan selama 5 hari di Jakarka,
Kalaksan BPBD Kabupaten Badung membentuk Tim Pendukung, Penunjang
Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah Aman dari Bencana di
Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal 6 Oktober 2015
oleh BPBD Kabupaten Badung. Kami bertiga ( Saya, Kabid Kesiapsiagaan Bencana
dan Ketua FPRB Prov Bali) mulai Menyusun jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Pembentukan Sekolah/Madrasah Aman Bencana dari tanggal 7 Oktober
samapai 12 November 2015. Saya pribadi sangat awam dengan susuna kegiatan
tersebut. Dengan rasa ingin tau yang cukup besar, akhirnya saya bisa mengikuti
dan melaksanakan tugas yang diberikan kepada saya dengan baik. Ketika melakukan
kegiatan, saya ditugaskan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, kelurahan
dan kecamatan. Sedangkan tugas koordinasi di SKPD dilakukan oleh Bapak Kabid,
kenyusunan inti kegiatan dilakukan oleh Ketua FPRB. Pelatihan, workshop kami
lakukan dimulai dari sekolah. Diawali dari Guru dan pegawai dan dilanjutkan
kepada siswa. Kegiatan yang dilakukan seperti : Pengenalan SMAB melalui 3
pilah, Kajian risiko di sekolah, penyusunan Protap, jalur dan peta evakuasi.
Kegiatan selanjutnya kami melakukan kegiatan sosialisasi di kelurahan Tanjung Benoa
dengan mengundang perangkat desa dan masyarakat. Disana kami secara bergiliran
menjadi narasumber penyampaian materi pada program SMAB yang dilakukan di SD
No. 2 Tanjung Benoa tempat saya bertugas. Selanjutnya kami melakukan
sosialisasi ke tingkat kecamata dan sampai tingkat antar dinas semua SKPD
Kabupatn Badung yang dihariri oleh salah satu DPRB Kabupaten Badung beserta
Sekda selaku perwakilan dari Bupati Badung. Saya secara pribadi merasa sangat
bangga bisa melakukan projek besar ini. Didalam melakukan sosialisasi tentunya
ada tantangan dan kendala yang saya hadapi. Saya dari tahun 2006 sampai
sekarang masih sebagai guru honor. Tentu para pejabat dan SKPD yang bersatus
PNS dan levelnya lebih tinggi dari saya menandang remeh. Ibaratnya anak yang
masih bebau kencur. Saya abaikan sikap mereka, dan terus bersemangat, karena
saya bersama teman-teman sudah dinyatakan sah dan diberikan sertifikat
pelatihan sebagai Fasilitator Daerah oleh BNPB Jakarta. Melalui kerja keras,
semangat kegotongroyongan semua kendala kami bisa lewati.
Bagaimana hasilnya?
Setelah selesai memberikan Pembentukan Sekolah/Madrasah Aman Bencana
sampai kegiatan simulasi, kami melakukan kegiatan evaluasi dan tindak lanjut.
pada hari pertama, kami mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan besama guru
dan pegawai di sekolah. Selanjutnya di hari kedua kami mengadakan pertemua di
kantor lurah Tanjung Benoa dengan agenda kegiatan yang sama, dilanjutkan di
hari ketiga di kantor Camat Kuta Selatan dan di hari keempat kamilakukan di
Kantor BPBD Kabupaten Badung dengan mengundang SKPD, DPRD dan Bupati. Kegiatan
Evaluasi dan Tindak lanjut kami lakukan merupakan bagian dari urutan atau
rentetan kegiatan yang kami terima dari BNPM. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengevaluasi kekurangan selama kegiatan yang nantinya bisa dikoordinasikan
tindaklanjutnya sebagai upaya penyelesaian dari kekurangan tersebut. Pada saat
itu saya mendapat tugas untuk mengetik semua pertanyaan dan solusi yang diambil
pada kegiatan Evaluasi dan Tindak Lanjut. Selain itu kegiatan ini sebagai mura
laporan kami ke Bupati Badung, bahwa Program SMAB yang dilakukan di SD No. 2
Tanjung Benoa berjalan sesuai harapan dan mencari solusi dari kekurangan yang
kami temukan dilapangan. Adapun kekurangan yang bisa kami rangkum saat itu
adalah :
1. Kurangnya
kesadaran Guru, Siswa, Masyarakat, dan Lembaga tentang pentingnya kesiapsiagaan
suatu Lembaga atau masyaraka jika terjadi musibah, khususnya gempa bumi dan
tsunami
2. Kekurangan
rambu jalur evakuasi
3. Pendanaan
kegiatan berkelanjutan
4. Tempat
Evakuasi Tsunami milik sekolah
Dari kekurangan yang kita rangkum sudah mendapatkan Respon Positif
dari Bupati Badung, dan kedepannya akan selalu diadakan kegiatan serupa di
setiap sekolah/instasui yang wilayahnya rawan bencana. Menyediakan anggaran khusu
kebencanaan. Pembuatan bangunan minimal lantai 3 atap rooftop dan bangunan
tahan gempa. Pada dasarnya SMAB terdapat 3 pilar yang harus dimiliki sekolah,
yaitu :
Pilat 1 : Fasilitas
sekolah, artinya bangunan sekolah harus kokoh, tahan gempa, berlantai 3 dan
penataan barang-barang di ruangan harus aman, tidak mudak roboh jika terjadi
gempa bumi.
Pilar 2. : Manageman
Bencana, artinya setiap sekolah atau Lembaga harus memiliki Protap, Peta,
Jalur Evakuasi, dan melakukan simulasi secara rutin
Pilar 3 : Pendidikan PRB. PRB kepanjangan dari
Pengurangan Risiko Bencana. Setiap sekolah/Lembaga harus selalu
menginformasikan atau mengedukasi pengetahuan tentang kebencanaan. Warga
sekolah harus tanggap terhadap bencana, tanggap terhadap peringatan dini dan
tanggap terhadap evakuasi
Soal Essy 3
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas !
Setiap pekerjaan tetunya memiliki tantangan dan masalah yang tersendiri. Permasalahn dalam melaksanakan suatu pekerjaan tentunya pasti ada dengan kompleksitas masalah yang beragam. Saya sering dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik sering mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, Ketika saya ditunjuk untuk mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Akun Pembelajaran Kamdikbud dengan tema “Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Badung yang berkolaborasi bersama Google Master Training-GTK yang dilaksanakan secara daring dari tanggal 23 sampai 26 Pebruari 2021. Dalam kegiatan tersebut banyak hal yang belum saya ketahui. Gagap teknologi membuat saya ekstra belajar lagi. Delain itu saya sebagai guru harus menyiapkan pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa secara berkelanjutan. Dengan rasa semangat dan mengatur waktu yang semaksimal mungkin semua halangan dapat saya lalui dengan harapan yang baik
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?
Dengan
rasa semangat dan mengatur waktu yang semaksimal mungkin semua halangan dapat
saya lalui dengan harapan yang baik. Selain itu dalam menghadapi situasi
seperti apa yang sudah saya sampaikan dalam paparan pertanyaan sebelumnya, juga
dibutuhkan strategi yang jitu. Strategi yang dimaksud dengan melakukan
kolaborasi dan kerja sama dengan rekan kerja di satuan pendidikan tempat saya
bekerja. Selain itu, juga mengatur waktu yang tepat sasaran. Pada saat
pelatihan, saya mengikuti dengan seksama, tugas yang diberikan oleh tutor saya
kerjakan terlebih dahulu. Selanjutnya saya mengerjakan tugas pokok sebagai
guru. Bertepatan saat itu masih pandemic Covid-19. Siswa melakukan pembelajaran
daring. Pembelajaran daring yang saya lakukan kombinasi Google Classroom dan
WAG Kelas. Untuk pembelajaran saya setting selama 1 minggu, Bahan ajar, media
pembelajaran, evaluasi, remidi dan pengayaan saya kerjakan secara bertahap
jauh-jauh. Melaui strategi tersebut, saya dapat melakukan pelatihan tersebut
diatas dengan lancar tanpa halangan. Kolaborasi dengan rekan kerja dalam hal
tugas-tugas saat pelatihan. Sebagai contoh, dalam pelatihan diberikan 3 tugas.
Saya bersama rekan kerja membagi tugas tersebut, sehingga tugas tersebut dapat
terselesaikan dengan tepat waktu.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?
Permasalahan
yang sedang dihadapi harus dapat diselesaikan dengan baik. Dibutuhkan kesabaran
dan ketekunan serta keadilan dalam memberikan kesepakatan bersama rekan kerja.
Memperhatikan kepentingan bersama tanpa merugikan maupun menguntungkan Sebagian
pihak. Kesepakatan bersama dapat kita ambil dalam suatu forum diskusi terbuka
sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Jikapun ada suatu kesepakatan
bersama yang dianggap tepat dan memuaskan, kita hendaknya dapat menghadirkan
beberapa opsi yang mendekati kepuasan bersama. Jangan sekali-kali menunda-ninda
waktu dalam menyelesaikan suatu tugas walaupun tugas tersebut terasa ringan.
Dengan bertambahnya tugas-tugas yang harus kita kerjakan, tugas tersebut yang
menumpuk akan dapat menjenuhkan kita. Alangkah baiknya apabila suatu pekerjaan
yang dilakonin secara mandiri, kita mesti dengan rasa kesadaran dan tanggung
jawab menuntaskan tugas tersebut tepat waktu. Apabila suatu tugas dikerjakan
secara kelompok, hendaknya kita dapat membagi tugas tersebut dengan rekan kerja
kita secara adil dan tidak ada pihak yang dirugikan. Biasakan evaluasi terlebih
dahulu hasil yang kita buat sebelum kita berikan kepada atasan atau pimpina
atau kita terapkan ke lapangan. Evaluasi merupakan suatu proses dinama
pertimbangan atau keputusan suatu nilai dibuat dari berbagai pengamatan, latar
belakang serta pelatihan dari evaluator. Evaluasi memberikan manfaat untuk
menciptakan peluang dari berbagai himpunan informasi baik secara kuantitatif
maupun kualitatif. Memang benar segala sesuai yang kita perbuat tidak ada yang
sempurna, akan tetapi kitab isa menekan seminimal mungkin kesalahan yang kita
perbuat.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Tindakan
-tindakan yang saya lakukan dikala permasalahan yang sedang saya hadapi agar
dapat terselesaikan sesuai harapan, yaitu ;
1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan. Langkah
pertama yang dapat di ambil oleh seorang pengambil keputusan adalah dengan
mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan untuk menjadi pendukung ataupun
penghambat dalam pengambilan keputusan tersebut
2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Langkah
berikutnya adalah seorang pengambil keputusan harus menentukan individu atau
kelompok yang terlibat dalam situasi yang akan diputuskan
3. Kumpulkan
fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini. Selanjutnya,
seorang pengambil keputusan harus mampu mengumpulkan fakta-fakta yang relevan
dengan situasi yang akan diputuskan.
5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Pengujian
terhadap paradigma benar lawan benar tentu harus dilakukan oleh seorang
pengambil keputusan. Tujuannya adalah untuk memperoleh suatu keputusan yang
terbaik.
6. Prinsip Pengambilan Keputusan. Prinsip
pengambil keputusan merupakan salah satu faktor yang penting diperhatikan oleh
seorang pengambil keputusan.
7. Investigasi Opsi Trilemma. Seorang pengambil
keputusan harus mampu menganalisis dan menginvestigasi opsi – opsi yang muncul
dalam trilemma. Trilema merupakan pemilihan sulit di antara tiga
pilihan yang masing-masingnya adalah (atau tampaknya) tidak dapat diterima atau
tidak disukai.
8. Buat Keputusan. Langkah ini sangat penting yang merupakan
tujuan dari semua langkah yaitu membuat keputusan. Keputusan yang diambil oleh
pengambil keputusan diharapkan merupakan keputusan yang terbaik.
9. Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan. Langkah
terakhir dalam sembilan langkah pengambilan keputusan ini adalah melakukan
tinjauan kembali atas keputusan yang diambil serta perlu direfleksikan atas
keputusan yang telah diambil.
Soal Essy 4
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?
Perkembangan
era digital pada saat sekarang ini berkembang saat peset. Perkembangannya akan
dapat mempengaruhi system Pendidikan di Indonesia termasuk para guru hatus
mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Upaya-upaya strategi
dalam rangka meningkatkan kapasitas diri dan profesionalisme. Langkah strategi
untuk pengembangan kemampuan diri dapat kita lakukan dengan cara mengikuti
berbagai kompetisi maupun pelatihan – pelatihan yang relevan dengan hiding yang
digeluti. Saya sendiri melakukan hal tersebut dengan cara mengikuti pelatihan
secara mandiri secara online melalui portal https://guru.kemdikbud.go.id. Adapun
pelatihan mandiri yang saya peroleh dari portal tersebut, yaitu tentang
kurikulum merdeka belajar, menciptakan kelas merdeka belajar, merancang
pembelajaran yang bermakna, dan meningkatkan praktik mengajar yang berpusat
pada peserta didik. Disamping itu saya juga mengikuti webinar belajar kurikulum
merdeka yang bertema “Asesmen Profil Pelajar Pancasila yang bermakna bagi
Murid”. Dari pengalama mengikuti kegiatan pelatihan tersebut di atas, ada
banyak masukan dan umpan balik yang saya dapatkan. Misalnya, saya mengetahui
seperti apa model kurikulum merdeka, pendekatan apa yang digunakan, penyusunan
bahan ajar, projek, asesmen dan lain sebagainya. Dalam kegiatan tersebut saya
juga bisa menuangkan aspirasi dan kreasi saya yang terbentuk dalam aksinyata
yang harus saya unggal sebagai wujud ketuntasan saya melakukan pelatihan
tersebut. Dalam kegiatan webinar, saya banyak memiliki teman baru yang
nanttinya saya ajak untuk bertukar atau pikiran pengalaman yang pernah dialami
sebagai upaya untuk menambah wawasan saya .
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?
Pribadi
yang baik adalah pribadi yang jujur, terbuka dengan kritik saran dan
bertanggung jawab baik secara mandiri, keluarga, masyarakat dan moral. Selama
saya mengikuti pelatihan secara mandiri secara online melalui portal https://guru.kemdikbud.go.id. tentang
kurikulum merdeka belajar yang sudah saya uraikan pada soal sebelumnya
mendapatkan masukan dan umpan balik dari orang lain. Semua masukan dan saran
yang diberikan kepada saya, saya terima dengan lapang dada, saya ambil
positifnya untuk diri sendiri. Sebagai contohnya, ketika saya mengunggah aksi
nyata pada Modul “Merancang Pembelajaran yang bermakna” yang terdiri dari 4
topik yaitu : Kurikulum merdeka, Perencanaan Pembelajaran SD/Paket A,
Penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik murid SD/paket A,
dan Asesmen SD/paket A. Pada tahap Aksi Nyat Asesmen SD/Paket A, Melakukan
Asesmen Formatif Alternatif saya membuat projek Ekoenzim. Dimana laporan projek
saya banyak mendapat kriti saran dan juga dukungan dari teman-teman guru se
Nusantara. Saya meyakini masukan dan umpan balik yang diberikan orang lain
kepada saya adalah bagian dari upaya peningkatan kapasitas dri saya dan
profesionalisme saya sebagai guru. Sebagai guru profesional Kamu harus terus
melakukan inovasi. Lakukan perubahan-perubahan di dunia pendidikan dengan terus
berinovasi. Inovasi yang Kamu ciptakan bisa memberi perubahan besar yang
mengarah pada kemajuan pendidikan. Guru profesional juga harus fleksibel
menghadapi para siswa. Jangan terlalu kaku meskipun Kamu memang harus tetap
tegas. Terima masukan dari siswa dan jadilah pribadi yang lebih terbuka.
Selain
memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal
berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda?
Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut
membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Belajar mengembangkan diri di usia
muda merupakan waktu yang sangat tepat, karena di usia inilah kita harus
berfokus dalam menentukan karakter seperti apa yang akan kita gunakan di masa
depan. Akan ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dikemudian hari
yang menghalangi tujuan dari hidup seseorang, oleh karena itu mengembangkan
potensi diri di usia muda akan mempermudah kita pada nantinya dalam meraih
tujuan-tujuan tersebut. Hal-hal yang saya lakukan dalam proses pengembangan
diri dimana cara tersebut saya lakukan diluar kebiasaan, yaitu :
1.
Dapat
Mengenal Diri Lebih Dalam. Mencoba mengenal diri merupakan salah satu kunci utama dalam mengembangkan
diri. Dimana jika kita tidak mengenal diri sendiri, maka akan sangat tidak
mungkin kita bisa mencoba meningkatkan kualitas diri kita.
2.
Mengetahui
Kelebihan dan Kekurangan pada Diri. Seseorang yang mempelajari manfaat dari
pengembangan diri tentunya mempunyai kemampuan untuk mengetahui kelebihan dan
kekurangan yang ada didalam dirinya. Dengan mengetahui apa saja kelebihan dan
kekurangan yang ada, maka hal tersebut dapat membantu kita untuk mencoba
memperbaiki pribadi yang kurang dari diri kita
3.
Memotivasi Diri. Motivasi pada dasarnya datang dari
setiap diri manusia, namun motivasi tidak selalu datang di waktu yang tepat.
Terkadang jika kita sedang mengalami kejenuhan pada diri kita, akan sangat
sulit untuk mendapatkan motivasi bahkan kita sering menghiraukan perkataan
orang-orang sekitar
4.
Memiliki Jenjang Kehidupan yang Baik. Saat seseorang
menjadi pribadi dengan keterampilan dan kemampuan yang lebih baik, itu artinya
kesempatan kita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik akan semakin besar
dan baik untuk pengembangan diri kita sendiri.
5.
Memiliki
Koneksi Terhadap Orang Lain. Dilain itu semua, pengembangan diri tidak hanya tentang bagaimana
cara kita meningkatkan kualitas yang ada pada diri kita namun pengembangan diri
juga dapat dikaitkan kepada sikap dan kepribadian saat berhubungan dengan orang
lain.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?
Sebagaimana yang telah saya uraikan
pada pertanyaan sebelum bahwa pemanfaatan umpan balik dan hal-hal lainnya di
luar kebiasaan dapat mendukung proses pengembangan diri dan mendukun proses
pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran dikelas berlansung dengan nyaman,
demokratis, tanpa diskriminatif sehingga berpengaruh terhadap semangat mengajar
serta kecintaan terhadap pekerjaan semakin tinggi. disamping itu, siswa akan
juga menerima ibas dari apa yang saya lakukan.
1.
Dapat
Mengenal Diri Lebih Dalam. saya mencoba menerapkan kepada siswa untuk mengenal diri nya
sendiri, karena mengenal diri sendiri, meningkatkan kualitas diri kita.
2.
Mengetahui
Kelebihan dan Kekurangan pada Diri. Peserta didik dapat
mempelajari manfaat dari pengembangan diri tentunya mempunyai kemampuan
untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada didalam dirinya.
3.
Memotivasi Diri. membiasakan siswa memotivasi
diri sendiri dan orang lain.
4.
Memiliki Jenjang Kehidupan yang Baik. Saya membantu
siswa untuk menemukan potensi yang dimiliki siswa, akan bisa menigkatkan
kehidupan kelak dewasa yang lebih baik.
5.
Memiliki
Koneksi Terhadap Orang Lain. Siswa dapat juga
meningkatkan kualitas yang ada pada diri nya.
Soal Essy 5
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Dalam
bebarapa tahun sebelumnya saya telah melakukan beberapa upaya pengembangan
terhadap oranglain, diantaranyan :
1. Sebagai
Tim Pendukung, Penunjang Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah
Aman dari Bencana di Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal
6 Oktober 2015 oleh BPBD Kabupaten Badung utnk SD No. 2 Tanjung Benoa,
kelurahan, kecamatan, dan lembagan dinas di wilayah Kabupaten Badung
2. Melakukan
Bimbingan kepada guru kelas kelas 5 dan 6 SD No. 2 Tanjung Benoa tetang
penggunaan Aplikasi Classroom HP yang terdapat pada leptop Guru dan siswa tahun
2016
3. Sebagai
Fasilitator dalam program training of
Facilitator for STEP-A as part of “Partnership for Strengthening School
Preparedness for Tsunami in 18 Asia-Pasific Countries” pada tanggal 5 – 6 Agustus
2019 di Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali oleh UNDP untuk guru-guru SD No.
1 Tanjung Benoa, SD No. 2 Tanjung Benoa, dan SMPN 3 Kuta Selatan
4. Melakukan
pengimbasan berupa bimbingan kegiatan ANKB kepada SD No. 1 Tanjung Benoa pada
bulan Agustus 2020
5. Sebagai
Narasumber dalam proses pembuatan “Tsunami Preparedness Video yang dibuat oleh
United Nations Development Programme (UNDP) untuk 2020 World Tsunami Awereness
Day, pada tanggal 5 November 2020 untuk SD No. 2 Tanjung Benoa.
Motivasi
saya melakukan pengembangan tersebut sebagai upaya berbagi pengalaman dengan
orang lain. Disamping itu ada beberapa kegiatan yang merupakan tuntutan dari
program tersebut.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.
Dalam semua pengembangan yang saya
lakukan focus pada pengembangan skill dan peningkatan kompetensi di bidang
teknis Pendidikan pada tingkat satuan Pendidikan untuk mendukung peningkatan
profesionalisme guru. Untuk melakukan pengembangan tersebut dibutuhkan
kesepahaman bersama untuk mendapatkan kesepakatan. Yang paling penting dalam
pengembangan tersebut adalah membuat komitmen bersama untuk bisa maju dan
berkembang. Dengan demikian kesadaran diri sendiri akan muncul tanpa disadari
dan menjadi motivasi untuk melakukan suatuha hal secara maksimal. Selain hal
tersebut diatas, terdapat keempat standar kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang
pendidik, yaitu :
1. Kompetensi
Pedagogik yaitu kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran, termasuk memahami
karakter peserta didik.
2. Kompetensi
Kepribadian adalah kemampuan guru dalam berperilaku positif agar menjadi
teladan bagi peserta didik.
3. Kompetensi
Sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi kepada siswa, orang tua,
sesama tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.
4. Kompetensi
Profesional yaitu kemampuan guru untuk menguasai materi pengetahuan dan menerapkannya
dalam pembelajaran.
Guru mempunyai peran yang penting
dalam pendidikan. Tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, saat ini guru
juga diharuskan mengikuti perkembangan teknologi yang ada sehingga penyampaian
materi pelajaran bisa lebih efektif. Maka dari itu, keahlian Bapak dan Ibu guru
harus terus diasah agar kompetensi guru yang dimiliki semakin meningkat dan
dapat berdampak positif pada keberlangsungan pembelajaran.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?
Proses pengembangan kompetensi
terhadap orang lain biasanya dibutuhkan dukungan moril maupun materiil.
mengelola, membina, dan membimbing suatu komunitas bukan kekerjaan yang mudah.
Keberagaman karakter dan pribadi dari setiap orang dibutuhkan usaha ekstra.
Selain hhal tersebut, juga dibutuhkan dukungan yang optimal, baik dukungan dari
teman maupun keluarga. Dukungan semangat
atau motivasi dari oranglain dan keluarga dapat mengembangkan metal saya
menjadi lebih kuat. Disamping itu dari beberapa kegiatan yang saya lakukan
tidak dipungkiri bahwa selalu membutuhkan dukungan materiil berupa pendanaan.
Dukungan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi biaya operasional kegiatan
yang saya lakukan selama nini. Misalnya melakukan pendampingan bimbingan ke
kabupaten, saya membutuhkan biaya operasional seperti penggandaan materi,
makanan dan transportasi. Dukungan materiil atau finansial kerap kali menjadi
hambatan dalam melakukan kegiatan di luar sekolah. Hanya selama ini saya mampu
mengatasinya walaupun ada isaha tambahan berupa pinjaman ke teman atau
keluarga. Masalah merupakan interaksi yang muncul karena adanya perbedaan
pendapat, pengetahuan, dan lain sebagainya. Masyarakat menganggap bahwa masalah
adalah hal yang wajar dalam interaksi sosial, karena tidak ada seorang pun yang
tidak pernah mengalami masalah. Hal ini dapat diatasi dengan kemauan dari individu
itu sendiri. Menurut ahli, masalah terjadi karena adanya interaksi komunikasi.
Jika kita ingin mengetahui masalah apa yang sedang terjadi, maka kita harus
memiliki kemampuan yang tepat dalam berkomunikasi. Tak selamanya konflik
dipandang buruk. Hal yang tidak mengenakkan ini bisa menjadi pengalaman yang
positif apabila ditangani dengan tepat. Orang yang berhasil menyelesaikan
konflik biasanya akan memiliki hubungan yang lebih erat Melakukan komunikasi
sangat penting karena akan selalu mendapatkan solusi penyelesaian masalah yang
pernah saya hadapi.
Bagaimana hasilnya?
Setiap orang pasti memiliki
masalah dalam hidupnya. Hanya saja berbeda-beda masalah yang dihadapinya. Ada
yang memiliki masalah dalam pendidikannya, masalah dalam keuangannya, masalah
dalam keluarganya, masalah dalam pekerjaannya, dan berbagai masalah lainnya.
Setiap orang tidak sama dalam menghadapi, mensikapi, serta menuntaskan setiap
masalah yang di hadapi. Ada yang karena suatu masalah menjadikan orang tersebut
terpuruk, lemah dan bahkan merasa kehilangan harga diri-nya. Tetapi, ada juga
yang karena mendapatkan masalah menjadikan orang tersebut menjadi lebih baik
dan bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Mengapa bisa terjadi seperti
itu? Semua adalah sama-sama manusia tetapi ada yang terpuruk karena masalah dan
adapula yang menjadi lebih kuat dan bahkan lebih suksess dari sebelumnya karena
memiliki masalah. Semua itu terjadi bukan karena besar kecil dan sedikit
banyaknya masalah yang dihadapi, tetapi sikap dari setiap orang yang berbeda
dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah
bagaimana cara menghadapi masalah dan bahkan menjadikan masalah sebagai
landasan untukan bangkit melompat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
Ketika cobaan dalam hidup seperti datang bertubi-tubi tanpa kenal ampun, jangan
dulu menyerah. Cobalah lakukan cara menghadapi masalah berikut ini agar beban
di pundak anda terasa lebih ringan dan anda bisa bernapas lebih
lega. Berikut cara untuk mengatasi masalah sehingga hasul yang saya
dapatkan menjadi yang terbaik, yaitu : berdoa, tetap tenang, dan berpikir
positif. Semoga kiranya kita semua selalu dimampukan, untuk menjadikan masalah
sebagai landasan untuk dapat melompat lebih tinggi, hingga menjadi manusia yang
lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar