Kelengkapan Esai Guru Penggerak

💁 

Soal Essy 1

Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?

Perkembangan  IPTEK serta mobilitas informasi di era revolusi 4.0 yangs erring juga disebut era digital saat ini berkembang dengan pesat. Perkembangan ini mempengaruhi semua aspek kehidupan termasuk Lembaga-lembaga sosial. kemampuan dalam melakukan penyesuaian terhadap tuntutan era digital menjadi tantangan besar. Pendidikan sebagai salah satu Lembaga vital suatu bangsa harus melakukan perubahan progresif suatu perkembangan jaman. Pendidikan diharapkan dapat mewujudkan cita-cita bangsa sesuai amanat Undang-Undang Dasar 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam UUD 1945 Pasal 21 Ayat 1 dan 2, Pasal 32, secara tegas mengatur tentang Pendidikan. berdasarkan UU system Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003, Pasal 1 bahwa Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesrta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, cerdas, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermatabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. dalam rangak mencapai tujuan pendidikan di tengah perkembangan jaman yang semakin modern pada era digital saat ini. Peningkatan kompetensi guru harus terus diupayakan, guna menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Guru menjadi ujung tombak dalam mencapai tujuan Pendidikan. Kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu kompetensi professional, pedagogi, kepribadian, dan sosial yang harus mampu diimplementasikan dalam lingkungan sekolah. Kenyataannya, tidak semua guru dalam menjalankan semua kompetensi secara professional. Keempat kompetensi yang mesti harus dimiliki dan dijalankan namun berbanding terbalik dengan kondisi riil di lapangan saat ini. Tidak sedikit guru focus dalam mengajar namun mengabaikan kompetensi lainnya, seperti kepribadian dan sosial. Sehingga guru terkesan bersikap acuh terhadap perkembangan peserta didik. Oleh karena itu, dibutuhkan elemen-elemen penggerak dalam Pendidikan untuk mendorong guru sebagai ujung tombak menjadi lebih baik dalam menyelesaikan persoalan Pendidikan saat ini. Hal tersebut menjadi motivasi dasar saya ini untuk mengikuti program Guru Penggerak dengan harapan dapat menjadi penggerak untuk diri sendiri, terlebih lagi penggerak bagi guru-guru yang lainnya dalam meningkatkan kompetensi diri. Meskipun demikian, menjadi guru penggerak bagi orang lain memanglah bukan persoalan yang mudah. Namun akan menjadikan tantangan yang sangat luarbiasa dan menjadikan sebuah kebanggaan tersendiri Ketika menggerakkan orang lain menjadi lebih baik. Menurut saya, kuncinya cukup sederhana, yaitu kolaborasi dengan para guru lainnya. Hal tersebut sangatlah mungkin dapat meningkatkan semangat mengajar dan mendidik para generasi bangsa. Dalam program tersebut akan banyak pengalaman dan ilmu-ilmu baru yang diperoleh dan dapat diimplementasikan di sekolah masing-masing. Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk dieksplorasi. Masih banyak informasi dan pengetahuan yang belum diketahui yang harus kita pelajari sejak dini.  Permasalahannya adalah kemauan dari setiap individu untuk berkreasi dan berinovasi masih kurang dan perlu didorong untuk berkembang. Selain motivasi yang dipaparkan sebelumnya, motivasi lainnya yang mendorong saya untuk mengikuti program Guru Penggerak adalah ilmu dan pengalaman baru yang sangat berharga. Terlebih lagi pemerintah sangat gencar mensosialisasikan berbagai manfaat dan keunggulan menjadi guru penggerak untuk masa yang akan datang.

 

Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak? Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!

Selain motivasi yang kuta, kelebihan-kelebihan lainnya yang saya miliki untuk mendukung peran sebagai Guru Penggerak nantinya, seperti penghargaan dan berbagai pelatihan-pelatihan teknis dan non teknis dibidang Pendidikan dan non Pendidikan yang pernah diikuti diantaranya sebagai berikut :

1.    Menjadi peserta dalam pembekalan Fasilitator Daerah untuk Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana Kegiatan Penguatan Pengurangan Risiko Bencana Daerah yang dilaksanakan di Jakarta, 30 September – 4 Oktober 2015 oleh BNPB

2.    Sebagai Tim Pendukung, Penunjang Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah Aman dari Bencana di Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal 6 Oktober 2015 oleh BPBD Kabupaten Badung.

3.    Menjadi peserta pada Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Mode Tatap Muka Guru Kelas SD ( Kelas Atas ) – KK-B dan KK-H yang diselenggarakan pada tanggal 16 – 20 September 2016 oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis dan Pariwisata, Jakarta

4.    Menjadi peserta pembelajaran pada Program Pengembangan Keprofesionalan Berkelanjutan (PKB) Mode Tatap Muka Penuh bagi guru SD Kelas Atas (KK-G dan I) yang dilaksanakan pada tanggal 5 – 10 Maret 2018 di Pusat Belajar SD No. 4 Jimbaran yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Otomotif dan Elektronika, Jakarta.

5.    Sebagai Fasilitator dalam program  training of Facilitator for STEP-A as part of “Partnership for Strengthening School Preparedness for Tsunami in 18 Asia-Pasific Countries” pada tanggal 5 – 6 Agustus 2019 di Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali oleh UNDP

6.    Menjadi peserta dalam kegiatan webinar “Kiat Menyelenggarakan Pembelajaran Jarak jauh yang efektif untuk Guru di Saat Pandemic Covid-19 diselenggarakan pada tanggal 8 Juli 2020 oleh Pendidikan.id.

7.    Menjadi peserta pelatihan online “Membuat Media Pembelajaran (Video Interaktif) yang diselenggarakan pada tanggal 4-6 September 2020, oleh Omah Digital.

8.    Menjadi peserta Webinar Nasional “Cyber Bullying saat PJJ Daring dan Implementasi Project Based Learning pada saat PJJ”, yang dilaksanakan oleh Direktorat Sekolah Dasar (Kemdikbud) pada tanggal 12-19 September 2020

9.    Sebagai peserta Dalam Innovation School Leaders and Teachers ke 21 dengan tema “Cara Guru Evaluasi Pengajarannya, Memastikan Siswa Membangun Kompetensi yang diharapkan. Pengajaran Yang Efektif Untuk AKM” diselenggarakan secara online oleh HAFECS pada tanggal 30 Oktober 2020

10.  Sebagai Narasumber dalam proses pembuatan “Tsunami Preparedness Video yang dibuat oleh United Nations Development Programme 9UNDP) untuk 2020 World Tsunami Awereness Day, pada tanggal 5 November 2020

11.  Menjadi peserta Webinar Workshop Jenjang Indonesia OneSearch yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Informasi, Perpustakaan nasional RI, pada tanggal 11 November 2020

12. Menjadi peserta dalam Webinar Semarak Hari Guru Nasional 2020 dengan Tema Tata Kelola organisasi Profesi Guru diselenggarakan pada tanggal 12 November 2020 oleh Direktorat Pendidik Profesi Guru dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta

13.  Menjadi peserta Pelatihan Pemanfaatan Akun Pembelajaran Kemdikbud dengan Tema “Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19” diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Badung berkolaborasi bersama Google Master Training-GTK secara daring dari tanggal 23 – 26 Pebruari 2021.

14   Menjadi peserta yang telah menyelesaikan Pelatihan Admin Belajar.id, Kerjasama Komunitas Belajar.id di Kabupaten Badung, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung dengan Pusdatin-Kemendikbud, Refo, dan Google For Education, diselenggarakan nsecara daring dari tanggal 29 Oktober – 1 Nopember 2021.

15.  Menjadi peserta dalam kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi 2021 oleh BMKG Wilayah III Denpasar dari tanggal 29 – 30 desember 2021.

16.  Sebagai Pelaku Tsunami Ready Kelompok FPRB dalam Pembentukan Masyarakat Siaga Tsunami (Tsunami Ready Community) Kelurahan Tanjung Benoa, Bulan Mei 2022 oleh Deputi Geofisika BMKG, Jakarta

 

Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda, upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda dan pihak lain yang terlibat bila ada)

Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai guru di satuan Pendidikan saya telah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan saya sebagai seorang guru terutama dalam hal membuat laporan hasil penilaian peserta didik berbasis excel. Saya terus berupaya memperkenalkan serta mengimbaskan memanfaatkan aplikasi tersebut kepada teman-teman guru lainnya, baik didalam satu sekolah ataupun ke sekolah lain. Upaya tersebut saya lakukan murni untuk berbagi dengan para guru lainnya dalam rangka mengefisiensikan pekerjaan. Aplikasi excel yang saya buat dapat mempersingkat waktu guru untuk membuatnya. Memulai dari data siswa, nama, NISN, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin dan sebagainya. Analisis nilai siswa, program remidi, pengayaan, rekap nilai, dan sampai leger raport menjadi satu dalam aplikasi excel tersebut. Selain memperkenalkan aplikasi pengolahan nilai tersebut, saya juga aktif memberikan pendampingan kepada teman sejawat di tempat saya bekerja. Dengan pengenalan aplikasi dan pendampingan yang saya lakukan sangat berdampak positif terhadap kemajuan pada diri guru maupun pada aspek managemen sekolah. Meski saya hanya sebagai guru honorer, saya tetap berupaya mengembangkan diri maupun kelompok sering saya lakukan dengan sukarela. Jangankan di sekolah tempat saya bekerja, di organisani non Pendidikan yang saya ikuti juga saya terapkan pendataan anggota warga secara online. Saya ditunjuk oleh Kepala Lingkungan tempat saya tinggal sebagai sekretaris 2. Saya ikut organisasi Masyarakat Pendatang Tengkulung, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Saya ditugaskan untuk melakukan pendataan khusus warga pendatang non permanen. Dalam pendataan, saya menggunakan google form untuk mempermudah saya bekerja mendapatkan data yang di harapkan oleh pimpinan. Data tersebut saya olah Kembali pada aplikasi excel, sehingga data yang saya berikan kepada pimpinan menjadi tersetruktul, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, saya juga mengikuti pelatihan untuk memantapkan keterampilan saya dalam pengolahan data. Hal tersebut dapat menjadi modal awal untuk saya melakukan berbagai inovasi maupun geraka-gerakan pemberdayaan terkait pembelajaran berbasis IT. Di satuan Pendidikan tempat saya bekerja, Pemkab Badung menyediakan Leptop khusus untuk belajar siswa. Aplikasi yang belum pernah saya dapatkan dan saya lakukan pada program bembelajarn tersebut, saya beserta guru-guru lain dilatih oleh Tim yang di fasilitasi oleh Dinas Pendidikan kabupaten Badung. Kami disana dilatih untuk penggunaan aplikasi Classroom HP. Aplikasi tersebut dapat digunakan dalam PBM di kelas. Guru dapat mempresentasikan materi pada leptop dan siswa dapat menyimak pada leptop yang digunakan saat belajar di kelas. Agar terjadi koneksi jaringan antara leptop guru dan siswa, dibutukan ruter yang berfungsi mengkoneksikan leptop guru dengan semua leptop siswa. Selain itu, saya juga dapat memantau setipa leptop siswa. Tugas dapat di share dan diambil Kembali dalam waktu singkat. Media pembelajaran berupa PTT, Gambar, Video, juga dapat kita tayangkan. Keunggulan dari aplikasi tersebut, saya tidak perlu menggunakan LCD proyekto. Apapun yang saya tampilkan, siswa akan dapat melihat dan sebaliknya, apa yang siswa kerjakan, saya dapat juga memantau dari leptop yang saya gunakan.  Melihat dari uraian yang saya paparkan sebelumnya, saya merasa perlu dan harus terlibat secara intensif dalam berbagai program pemerintah yang terkait Pendidikan. Salah satunya program Guru Penggerak. Program Guru Penggerak merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan Risert dan Teknologi. Dengan program ini, semua guru di seluruh Indonesia mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan kompetensi diri dan sekaligus sebagai penggerak bagi para guru lainnya untuk meningkatkan profesionalisme di bidangnya. Selain memotivasi yang kuat, kelemahan-kelemahan lainnya yang saya miliki menjadi modal awal yang baik untuk mendukung peran saya sebagai Guru Penggerak nantinya. Penghargaan dan pelatihan-pelatihan teknis dan non teknis bidang Pendidikan baik tingkat kabupaten, provinsi, nasional bahkan tingkat internasional diharapkan dapat menjadi pertimbangan panitia seleksi Calon Guru Penggerak tahun 2022 pada angkat 8 untuk menerima saya sebagai Guru Penggerak. Selain itu juga diharapkan dapat menjadi pendukung dalam menjalankan peran  sebagai Guru Penggerak.

 

Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu? Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa? Gambarkan secara jelas!

Berdasarkan surat dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Nomor Und. 247/BNPB/D1/PR. 01/9/2015 , tanggal 21 September 2015 tentang Pembekalan Fasilitator Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana, Kegiatan Penguatan PRB Daerah. Dalam rangka penerapan sekolah/madrasah aman dari bencana di 10 sekolah/madrasah pada 10 Kab/Kota kegiatan penguatan PRB daerah, Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasonal Penanggulangan Bencana akan melaksanakan Pembekalan Fasilitator Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana yang akan diselenggarakan pada Hari/tanggal : Rabu – Minggu, 30 September sampai 4 Oktober 2015, bertempat di Hotel Bidakara, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 – 73 Jakarta. Sekolah kami ditunjuk untuk mewakili kegiatan tersebut, karena SD No. 2 Tanjung Benoa terletak dekat dengan pantai dan secara geografis wilayah sekolah kami sangat rawan terhadap bencana gempa buli yang berpotensi Tsunami.  Perasaan saya pada saat itu terasa hampa dikarenakan saya belum pernah sama sekali melakukan kegiatan tersebut apalagi sampai keluar daerah. Informasi yang saya dapatkan langsung dari BNPB Jakarta yang dikirim melalui via email. Pertama kali saya sampaikan kepada Kepala sekolah saya tempat bekerja. Dengan memberanika diri saya menghadap langsung ke ruang kepala sekolah. Yang saya kawatirkan, saya hrus meninggalkan tugas utama saya sebagai seorang guru, yang harus mengajar kepada siswa yang saya pegang saat itu. Dengan nada yang rendah, kepala sekolah mengijinkan saya untuk ikut kegiatan tersebut. Sebelumnya saya belum mengetahu tentang informasi keberangkatan bersama siapa dan kemana seharusnya saya melakukan koordinasi. Keesokan harinya, Kepala bidang kesiapsiagaan BPBD kabupaten Badung, datang berkunjung kesekolah kami untuk melakukan koordinasi keberangkatan tempat kegiatan. Perasaan saya agak menjadi lega, karena ada teman yang saya ajak kesana. Yang mewakili dari Provinsi Bali sebanyak 3 orang, 1 perwakilah sekolah yaitu saya sendiri, pihak dari BPBD Kabupaten Badung, dan Ketua FPRB Provinsi bali.

 

Soal Essy 2

Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut? Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?

Pada tanggal 29 September 2015, saya bersama Kabid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Badung berangkat menuju ke Jakarta, tepatnya ke Hotel Bidakara , Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 71 – 73 Jakarta. Keesokan harinya saya, Bapak Kabid dan Ketua FPRB Prov. Bali mengikuti kegiatan Pembekalan Fasilitator Penerapan Sekolah/Madrasah Aman Bencana. Banyak hal yang saya tidak ketahui, sampai-sampai saya merasa minder dan bosan. Semua itu disebabkan keterampilan tersebut merupakan hal yang awam saya ketahui. Dengan penuh semangat dan motivasi dari teman-teman, saya berusaha memahani satu er satu materi yang disampaikan oleh fasilitator pusat. Dengan rendah hati saya meminta kepada fasilitaror untuk sabar menyampaikan materinya. Dengan kegigihan akhirnya saya bisa memahmi apa yang disampaikan saat itu. Pelatihan yang saya dapatkan selama 5 hari dimulai dari tanggal 30 September sampai 4 Oktober 2015 yaitu sebanyak 8 jenis kegiatan, yaitu :

1.     Pelatihan Penerapan SMAB Aparatur dan Legislatif

2.     Pelatihan Guru, Komite, dan Pemerintah Desa

3.     Pelatihan Anak atau SIswa

4.     Workshop Kajian Risiko Bencana Partisipatif

5.     Workshop Penilaian Rencana Aksi, Pembentukan Tim Siaga Bencana di Sekolah

6.     Workshop Pembuatan Protap, Peta dan Jalur Evakuasi

7.     Workshop Pra Gladi dan Pelaksanaan Gladi di Sekolah

8.     Workshop Evaluasi Pelaksanaan dan Rencana Tindak Lanjut

Dari semua kegiatan saya ikuti dengan penuh semangat, karena setelah kegiatan ini, saya bersama 3 rekan saya akan mengimplementasikan ke delapan kegiatan tersebut di Sekolah Kami, Masyarakat, SKPD sampai ke legislatif. Pada setiap kegiatan tersebut, kami juga dilatih bagaimana memfasilitasi semua kegiatan yang anggarannya dari pusat. Bagaimana cara berbicara didepan public, menenangkan dan memfokuskan audien agar tetap semangat dalam mengikuti kegiatan. Melalui pembekalan fasilitator daerah ini, sangat banyak manfaat yang saya dapatkan. Suasana kekeluargaan sangat kental. Banyak rekan-rekan dari daerah lain saya ketahui sambal menceritakan pengalaman, keunikan dan kearifan lokal daerah masing-masing. Perasaan bangga dan senang tidak bisa saya utarakan, karena keunikan budaya yang saya dengan secara langsung. Biasanya saya selaku guru menginformasikan keragaman budara nusantara melalui sumber buku dan internet.

 

Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak untuk bekerja sama?

Setelah selesai mendapatkan Pelatihan yang saya dapatkan selama 5 hari di Jakarka, Kalaksan BPBD Kabupaten Badung membentuk Tim Pendukung, Penunjang Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah Aman dari Bencana di Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal 6 Oktober 2015 oleh BPBD Kabupaten Badung. Kami bertiga ( Saya, Kabid Kesiapsiagaan Bencana dan Ketua FPRB Prov Bali) mulai Menyusun jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. Pembentukan Sekolah/Madrasah Aman Bencana dari tanggal 7 Oktober samapai 12 November 2015. Saya pribadi sangat awam dengan susuna kegiatan tersebut. Dengan rasa ingin tau yang cukup besar, akhirnya saya bisa mengikuti dan melaksanakan tugas yang diberikan kepada saya dengan baik. Ketika melakukan kegiatan, saya ditugaskan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, kelurahan dan kecamatan. Sedangkan tugas koordinasi di SKPD dilakukan oleh Bapak Kabid, kenyusunan inti kegiatan dilakukan oleh Ketua FPRB. Pelatihan, workshop kami lakukan dimulai dari sekolah. Diawali dari Guru dan pegawai dan dilanjutkan kepada siswa. Kegiatan yang dilakukan seperti : Pengenalan SMAB melalui 3 pilah, Kajian risiko di sekolah, penyusunan Protap, jalur dan peta evakuasi. Kegiatan selanjutnya kami melakukan kegiatan sosialisasi di kelurahan Tanjung Benoa dengan mengundang perangkat desa dan masyarakat. Disana kami secara bergiliran menjadi narasumber penyampaian materi pada program SMAB yang dilakukan di SD No. 2 Tanjung Benoa tempat saya bertugas. Selanjutnya kami melakukan sosialisasi ke tingkat kecamata dan sampai tingkat antar dinas semua SKPD Kabupatn Badung yang dihariri oleh salah satu DPRB Kabupaten Badung beserta Sekda selaku perwakilan dari Bupati Badung. Saya secara pribadi merasa sangat bangga bisa melakukan projek besar ini. Didalam melakukan sosialisasi tentunya ada tantangan dan kendala yang saya hadapi. Saya dari tahun 2006 sampai sekarang masih sebagai guru honor. Tentu para pejabat dan SKPD yang bersatus PNS dan levelnya lebih tinggi dari saya menandang remeh. Ibaratnya anak yang masih bebau kencur. Saya abaikan sikap mereka, dan terus bersemangat, karena saya bersama teman-teman sudah dinyatakan sah dan diberikan sertifikat pelatihan sebagai Fasilitator Daerah oleh BNPB Jakarta. Melalui kerja keras, semangat kegotongroyongan semua kendala kami bisa lewati.

 

Bagaimana hasilnya?

Setelah selesai memberikan Pembentukan Sekolah/Madrasah Aman Bencana sampai kegiatan simulasi, kami melakukan kegiatan evaluasi dan tindak lanjut. pada hari pertama, kami mengevaluasi semua kegiatan yang dilakukan besama guru dan pegawai di sekolah. Selanjutnya di hari kedua kami mengadakan pertemua di kantor lurah Tanjung Benoa dengan agenda kegiatan yang sama, dilanjutkan di hari ketiga di kantor Camat Kuta Selatan dan di hari keempat kamilakukan di Kantor BPBD Kabupaten Badung dengan mengundang SKPD, DPRD dan Bupati. Kegiatan Evaluasi dan Tindak lanjut kami lakukan merupakan bagian dari urutan atau rentetan kegiatan yang kami terima dari BNPM. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kekurangan selama kegiatan yang nantinya bisa dikoordinasikan tindaklanjutnya sebagai upaya penyelesaian dari kekurangan tersebut. Pada saat itu saya mendapat tugas untuk mengetik semua pertanyaan dan solusi yang diambil pada kegiatan Evaluasi dan Tindak Lanjut. Selain itu kegiatan ini sebagai mura laporan kami ke Bupati Badung, bahwa Program SMAB yang dilakukan di SD No. 2 Tanjung Benoa berjalan sesuai harapan dan mencari solusi dari kekurangan yang kami temukan dilapangan. Adapun kekurangan yang bisa kami rangkum saat itu adalah :

1.     Kurangnya kesadaran Guru, Siswa, Masyarakat, dan Lembaga tentang pentingnya kesiapsiagaan suatu Lembaga atau masyaraka jika terjadi musibah, khususnya gempa bumi dan tsunami

2.     Kekurangan rambu jalur evakuasi

3.     Pendanaan kegiatan berkelanjutan

4.     Tempat Evakuasi Tsunami milik sekolah

Dari kekurangan yang kita rangkum sudah mendapatkan Respon Positif dari Bupati Badung, dan kedepannya akan selalu diadakan kegiatan serupa di setiap sekolah/instasui yang wilayahnya rawan bencana. Menyediakan anggaran khusu kebencanaan. Pembuatan bangunan minimal lantai 3 atap rooftop dan bangunan tahan gempa. Pada dasarnya SMAB terdapat 3 pilar yang harus dimiliki sekolah, yaitu :

Pilat 1 :    Fasilitas sekolah, artinya bangunan sekolah harus kokoh, tahan gempa, berlantai 3 dan penataan barang-barang di ruangan harus aman, tidak mudak roboh jika terjadi gempa bumi.

Pilar 2. :    Manageman Bencana, artinya setiap sekolah atau Lembaga harus memiliki Protap, Peta, Jalur Evakuasi, dan melakukan simulasi secara rutin

Pilar 3 :    Pendidikan PRB. PRB kepanjangan dari Pengurangan Risiko Bencana. Setiap sekolah/Lembaga harus selalu menginformasikan atau mengedukasi pengetahuan tentang kebencanaan. Warga sekolah harus tanggap terhadap bencana, tanggap terhadap peringatan dini dan tanggap terhadap evakuasi

 

 

 

Soal Essy 3

Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas !

Setiap pekerjaan tetunya memiliki tantangan dan masalah yang tersendiri. Permasalahn dalam melaksanakan suatu pekerjaan tentunya pasti ada dengan kompleksitas masalah yang beragam. Saya sering dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik sering mengalami hal tersebut. Sebagai contoh, Ketika saya ditunjuk untuk mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Akun Pembelajaran Kamdikbud dengan tema “Strategi Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19, yang diselenggarakan oleh PGRI Kabupaten Badung yang berkolaborasi bersama Google Master Training-GTK yang dilaksanakan secara daring dari tanggal 23 sampai 26 Pebruari 2021. Dalam kegiatan tersebut banyak hal yang belum saya ketahui. Gagap teknologi membuat saya ekstra belajar lagi. Delain itu saya sebagai guru harus menyiapkan pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa secara berkelanjutan. Dengan rasa semangat dan mengatur waktu yang semaksimal mungkin semua halangan dapat saya lalui dengan harapan yang baik


Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda menghadapinya?

Dengan rasa semangat dan mengatur waktu yang semaksimal mungkin semua halangan dapat saya lalui dengan harapan yang baik. Selain itu dalam menghadapi situasi seperti apa yang sudah saya sampaikan dalam paparan pertanyaan sebelumnya, juga dibutuhkan strategi yang jitu. Strategi yang dimaksud dengan melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan rekan kerja di satuan pendidikan tempat saya bekerja. Selain itu, juga mengatur waktu yang tepat sasaran. Pada saat pelatihan, saya mengikuti dengan seksama, tugas yang diberikan oleh tutor saya kerjakan terlebih dahulu. Selanjutnya saya mengerjakan tugas pokok sebagai guru. Bertepatan saat itu masih pandemic Covid-19. Siswa melakukan pembelajaran daring. Pembelajaran daring yang saya lakukan kombinasi Google Classroom dan WAG Kelas. Untuk pembelajaran saya setting selama 1 minggu, Bahan ajar, media pembelajaran, evaluasi, remidi dan pengayaan saya kerjakan secara bertahap jauh-jauh. Melaui strategi tersebut, saya dapat melakukan pelatihan tersebut diatas dengan lancar tanpa halangan. Kolaborasi dengan rekan kerja dalam hal tugas-tugas saat pelatihan. Sebagai contoh, dalam pelatihan diberikan 3 tugas. Saya bersama rekan kerja membagi tugas tersebut, sehingga tugas tersebut dapat terselesaikan dengan tepat waktu.

 

Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?

Permasalahan yang sedang dihadapi harus dapat diselesaikan dengan baik. Dibutuhkan kesabaran dan ketekunan serta keadilan dalam memberikan kesepakatan bersama rekan kerja. Memperhatikan kepentingan bersama tanpa merugikan maupun menguntungkan Sebagian pihak. Kesepakatan bersama dapat kita ambil dalam suatu forum diskusi terbuka sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Jikapun ada suatu kesepakatan bersama yang dianggap tepat dan memuaskan, kita hendaknya dapat menghadirkan beberapa opsi yang mendekati kepuasan bersama. Jangan sekali-kali menunda-ninda waktu dalam menyelesaikan suatu tugas walaupun tugas tersebut terasa ringan. Dengan bertambahnya tugas-tugas yang harus kita kerjakan, tugas tersebut yang menumpuk akan dapat menjenuhkan kita. Alangkah baiknya apabila suatu pekerjaan yang dilakonin secara mandiri, kita mesti dengan rasa kesadaran dan tanggung jawab menuntaskan tugas tersebut tepat waktu. Apabila suatu tugas dikerjakan secara kelompok, hendaknya kita dapat membagi tugas tersebut dengan rekan kerja kita secara adil dan tidak ada pihak yang dirugikan. Biasakan evaluasi terlebih dahulu hasil yang kita buat sebelum kita berikan kepada atasan atau pimpina atau kita terapkan ke lapangan. Evaluasi merupakan suatu proses dinama pertimbangan atau keputusan suatu nilai dibuat dari berbagai pengamatan, latar belakang serta pelatihan dari evaluator. Evaluasi memberikan manfaat untuk menciptakan peluang dari berbagai himpunan informasi baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Memang benar segala sesuai yang kita perbuat tidak ada yang sempurna, akan tetapi kitab isa menekan seminimal mungkin kesalahan yang kita perbuat.

 

Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?

Tindakan -tindakan yang saya lakukan dikala permasalahan yang sedang saya hadapi agar dapat terselesaikan sesuai harapan, yaitu ;

1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan. Langkah pertama yang dapat di ambil oleh seorang pengambil keputusan adalah dengan mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan untuk menjadi pendukung ataupun penghambat dalam pengambilan keputusan tersebut

2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. Langkah berikutnya adalah seorang pengambil keputusan harus menentukan individu atau kelompok yang terlibat dalam situasi yang akan diputuskan

3.  Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini. Selanjutnya, seorang pengambil keputusan harus mampu mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi yang akan diputuskan.

5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar. Pengujian terhadap paradigma benar lawan benar tentu harus dilakukan oleh seorang pengambil keputusan. Tujuannya adalah untuk memperoleh suatu keputusan yang terbaik.

6. Prinsip Pengambilan Keputusan. Prinsip pengambil keputusan merupakan salah satu faktor yang penting diperhatikan oleh seorang pengambil keputusan.

7. Investigasi Opsi Trilemma. Seorang pengambil keputusan harus mampu menganalisis dan menginvestigasi opsi – opsi yang muncul dalam trilemma. Trilema merupakan pemilihan sulit di antara tiga pilihan yang masing-masingnya adalah (atau tampaknya) tidak dapat diterima atau tidak disukai.

8. Buat Keputusan. Langkah ini sangat penting yang merupakan tujuan dari semua langkah yaitu membuat keputusan. Keputusan yang diambil oleh pengambil keputusan diharapkan merupakan keputusan yang terbaik.

9. Tinjau lagi keputusan Anda dan refleksikan. Langkah terakhir dalam sembilan langkah pengambilan keputusan ini adalah melakukan tinjauan kembali atas keputusan yang diambil serta perlu direfleksikan atas keputusan yang telah diambil.

 


Soal Essy 4

Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima masukan atau umpan balik tersebut?

Perkembangan era digital pada saat sekarang ini berkembang saat peset. Perkembangannya akan dapat mempengaruhi system Pendidikan di Indonesia termasuk para guru hatus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut. Upaya-upaya strategi dalam rangka meningkatkan kapasitas diri dan profesionalisme. Langkah strategi untuk pengembangan kemampuan diri dapat kita lakukan dengan cara mengikuti berbagai kompetisi maupun pelatihan – pelatihan yang relevan dengan hiding yang digeluti. Saya sendiri melakukan hal tersebut dengan cara mengikuti pelatihan secara mandiri secara online melalui portal https://guru.kemdikbud.go.id. Adapun pelatihan mandiri yang saya peroleh dari portal tersebut, yaitu tentang kurikulum merdeka belajar, menciptakan kelas merdeka belajar, merancang pembelajaran yang bermakna, dan meningkatkan praktik mengajar yang berpusat pada peserta didik. Disamping itu saya juga mengikuti webinar belajar kurikulum merdeka yang bertema “Asesmen Profil Pelajar Pancasila yang bermakna bagi Murid”. Dari pengalama mengikuti kegiatan pelatihan tersebut di atas, ada banyak masukan dan umpan balik yang saya dapatkan. Misalnya, saya mengetahui seperti apa model kurikulum merdeka, pendekatan apa yang digunakan, penyusunan bahan ajar, projek, asesmen dan lain sebagainya. Dalam kegiatan tersebut saya juga bisa menuangkan aspirasi dan kreasi saya yang terbentuk dalam aksinyata yang harus saya unggal sebagai wujud ketuntasan saya melakukan pelatihan tersebut. Dalam kegiatan webinar, saya banyak memiliki teman baru yang nanttinya saya ajak untuk bertukar atau pikiran pengalaman yang pernah dialami sebagai upaya untuk menambah wawasan saya .

 

Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut untuk pengembangan diri Anda?

Pribadi yang baik adalah pribadi yang jujur, terbuka dengan kritik saran dan bertanggung jawab baik secara mandiri, keluarga, masyarakat dan moral. Selama saya mengikuti pelatihan secara mandiri secara online melalui portal https://guru.kemdikbud.go.id. tentang kurikulum merdeka belajar yang sudah saya uraikan pada soal sebelumnya mendapatkan masukan dan umpan balik dari orang lain. Semua masukan dan saran yang diberikan kepada saya, saya terima dengan lapang dada, saya ambil positifnya untuk diri sendiri. Sebagai contohnya, ketika saya mengunggah aksi nyata pada Modul “Merancang Pembelajaran yang bermakna” yang terdiri dari 4 topik yaitu : Kurikulum merdeka, Perencanaan Pembelajaran SD/Paket A, Penyesuaian pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik murid SD/paket A, dan Asesmen SD/paket A. Pada tahap Aksi Nyat Asesmen SD/Paket A, Melakukan Asesmen Formatif Alternatif saya membuat projek Ekoenzim. Dimana laporan projek saya banyak mendapat kriti saran dan juga dukungan dari teman-teman guru se Nusantara. Saya meyakini masukan dan umpan balik yang diberikan orang lain kepada saya adalah bagian dari upaya peningkatan kapasitas dri saya dan profesionalisme saya sebagai guru. Sebagai guru profesional Kamu harus terus melakukan inovasi. Lakukan perubahan-perubahan di dunia pendidikan dengan terus berinovasi. Inovasi yang Kamu ciptakan bisa memberi perubahan besar yang mengarah pada kemajuan pendidikan. Guru profesional juga harus fleksibel menghadapi para siswa. Jangan terlalu kaku meskipun Kamu memang harus tetap tegas. Terima masukan dari siswa dan jadilah pribadi yang lebih terbuka.

 

Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?


Belajar mengembangkan diri di usia muda merupakan waktu yang sangat tepat, karena di usia inilah kita harus berfokus dalam menentukan karakter seperti apa yang akan kita gunakan di masa depan. Akan ada banyak kemungkinan-kemungkinan yang akan datang dikemudian hari yang menghalangi tujuan dari hidup seseorang, oleh karena itu mengembangkan potensi diri di usia muda akan mempermudah kita pada nantinya dalam meraih tujuan-tujuan tersebut. Hal-hal yang saya lakukan dalam proses pengembangan diri dimana cara tersebut saya lakukan diluar kebiasaan, yaitu :

1.     Dapat Mengenal Diri Lebih Dalam. Mencoba mengenal diri merupakan salah satu kunci utama dalam mengembangkan diri. Dimana jika kita tidak mengenal diri sendiri, maka akan sangat tidak mungkin kita bisa mencoba meningkatkan kualitas diri kita.

2.     Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan pada Diri. Seseorang yang mempelajari manfaat dari pengembangan diri tentunya mempunyai kemampuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada didalam dirinya. Dengan mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan yang ada, maka hal tersebut dapat membantu kita untuk mencoba memperbaiki pribadi yang kurang dari diri kita

3.     Memotivasi Diri. Motivasi pada dasarnya datang dari setiap diri manusia, namun motivasi tidak selalu datang di waktu yang tepat. Terkadang jika kita sedang mengalami kejenuhan pada diri kita, akan sangat sulit untuk mendapatkan motivasi bahkan kita sering menghiraukan perkataan orang-orang sekitar

4.     Memiliki Jenjang Kehidupan yang Baik. Saat seseorang menjadi pribadi dengan keterampilan dan kemampuan yang lebih baik, itu artinya kesempatan kita untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik akan semakin besar dan baik untuk pengembangan diri kita sendiri.

5.     Memiliki Koneksi Terhadap Orang Lain. Dilain itu semua, pengembangan diri tidak hanya tentang bagaimana cara kita meningkatkan kualitas yang ada pada diri kita namun pengembangan diri juga dapat dikaitkan kepada sikap dan kepribadian saat berhubungan dengan orang lain.

 


Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di dalam pekerjaan Anda?

Sebagaimana yang telah saya uraikan pada pertanyaan sebelum bahwa pemanfaatan umpan balik dan hal-hal lainnya di luar kebiasaan dapat mendukung proses pengembangan diri dan mendukun proses pembelajaran di kelas. Proses pembelajaran dikelas berlansung dengan nyaman, demokratis, tanpa diskriminatif sehingga berpengaruh terhadap semangat mengajar serta kecintaan terhadap pekerjaan semakin tinggi. disamping itu, siswa akan juga menerima ibas dari apa yang saya lakukan.

1.     Dapat Mengenal Diri Lebih Dalam. saya mencoba menerapkan kepada siswa untuk mengenal diri nya sendiri, karena mengenal diri sendiri, meningkatkan kualitas diri kita.

2.     Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan pada Diri. Peserta didik dapat  mempelajari manfaat dari pengembangan diri tentunya mempunyai kemampuan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan yang ada didalam dirinya.

3.     Memotivasi Diri. membiasakan siswa memotivasi diri sendiri dan orang lain.

4.     Memiliki Jenjang Kehidupan yang Baik. Saya membantu siswa untuk menemukan potensi yang dimiliki siswa, akan bisa menigkatkan kehidupan kelak dewasa yang lebih baik.

5.     Memiliki Koneksi Terhadap Orang Lain. Siswa dapat juga  meningkatkan kualitas yang ada pada diri nya.

 


Soal Essy 5

Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?

Dalam bebarapa tahun sebelumnya saya telah melakukan beberapa upaya pengembangan terhadap oranglain, diantaranyan :

1.     Sebagai Tim Pendukung, Penunjang Narasumber, Fasilitator dan Peserta Penerapan Sekolah Aman dari Bencana di Sekolah Dasar No. 2 Tanjung Benoa, Nomor 33 Tahun 2015, tanggal 6 Oktober 2015 oleh BPBD Kabupaten Badung utnk SD No. 2 Tanjung Benoa, kelurahan, kecamatan, dan lembagan dinas di wilayah Kabupaten Badung

2.     Melakukan Bimbingan kepada guru kelas kelas 5 dan 6 SD No. 2 Tanjung Benoa tetang penggunaan Aplikasi Classroom HP yang terdapat pada leptop Guru dan siswa tahun 2016

3.     Sebagai Fasilitator dalam program  training of Facilitator for STEP-A as part of “Partnership for Strengthening School Preparedness for Tsunami in 18 Asia-Pasific Countries” pada tanggal 5 – 6 Agustus 2019 di Kuta, Kabupaten Badung, Provinsi Bali oleh UNDP untuk guru-guru SD No. 1 Tanjung Benoa, SD No. 2 Tanjung Benoa, dan SMPN 3 Kuta Selatan

4.     Melakukan pengimbasan berupa bimbingan kegiatan ANKB kepada SD No. 1 Tanjung Benoa pada bulan Agustus 2020

5.     Sebagai Narasumber dalam proses pembuatan “Tsunami Preparedness Video yang dibuat oleh United Nations Development Programme (UNDP) untuk 2020 World Tsunami Awereness Day, pada tanggal 5 November 2020 untuk SD No. 2 Tanjung Benoa.

Motivasi saya melakukan pengembangan tersebut sebagai upaya berbagi pengalaman dengan orang lain. Disamping itu ada beberapa kegiatan yang merupakan tuntutan dari program tersebut.

 

Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang diharapkan.


Dalam semua pengembangan yang saya lakukan focus pada pengembangan skill dan peningkatan kompetensi di bidang teknis Pendidikan pada tingkat satuan Pendidikan untuk mendukung peningkatan profesionalisme guru. Untuk melakukan pengembangan tersebut dibutuhkan kesepahaman bersama untuk mendapatkan kesepakatan. Yang paling penting dalam pengembangan tersebut adalah membuat komitmen bersama untuk bisa maju dan berkembang. Dengan demikian kesadaran diri sendiri akan muncul tanpa disadari dan menjadi motivasi untuk melakukan suatuha hal secara maksimal. Selain hal tersebut diatas, terdapat keempat standar kompetensi guru yang harus dimiliki oleh seorang pendidik, yaitu :

1.     Kompetensi Pedagogik yaitu kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran, termasuk memahami karakter peserta didik.

2.     Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan guru dalam berperilaku positif agar menjadi teladan bagi peserta didik.

3.     Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru dalam berkomunikasi kepada siswa, orang tua, sesama tenaga pendidik, dan masyarakat sekitar.

4.     Kompetensi Profesional yaitu kemampuan guru untuk menguasai materi pengetahuan dan menerapkannya dalam pembelajaran.

Guru mempunyai peran yang penting dalam pendidikan. Tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, saat ini guru juga diharuskan mengikuti perkembangan teknologi yang ada sehingga penyampaian materi pelajaran bisa lebih efektif. Maka dari itu, keahlian Bapak dan Ibu guru harus terus diasah agar kompetensi guru yang dimiliki semakin meningkat dan dapat berdampak positif pada keberlangsungan pembelajaran.

 

 

Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi orang tersebut?


Proses pengembangan kompetensi terhadap orang lain biasanya dibutuhkan dukungan moril maupun materiil. mengelola, membina, dan membimbing suatu komunitas bukan kekerjaan yang mudah. Keberagaman karakter dan pribadi dari setiap orang dibutuhkan usaha ekstra. Selain hhal tersebut, juga dibutuhkan dukungan yang optimal, baik dukungan dari teman maupun keluarga.  Dukungan semangat atau motivasi dari oranglain dan keluarga dapat mengembangkan metal saya menjadi lebih kuat. Disamping itu dari beberapa kegiatan yang saya lakukan tidak dipungkiri bahwa selalu membutuhkan dukungan materiil berupa pendanaan. Dukungan tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi biaya operasional kegiatan yang saya lakukan selama nini. Misalnya melakukan pendampingan bimbingan ke kabupaten, saya membutuhkan biaya operasional seperti penggandaan materi, makanan dan transportasi. Dukungan materiil atau finansial kerap kali menjadi hambatan dalam melakukan kegiatan di luar sekolah. Hanya selama ini saya mampu mengatasinya walaupun ada isaha tambahan berupa pinjaman ke teman atau keluarga. Masalah merupakan interaksi yang muncul karena adanya perbedaan pendapat, pengetahuan, dan lain sebagainya. Masyarakat menganggap bahwa masalah adalah hal yang wajar dalam interaksi sosial, karena tidak ada seorang pun yang tidak pernah mengalami masalah. Hal ini dapat diatasi dengan kemauan dari individu itu sendiri. Menurut ahli, masalah terjadi karena adanya interaksi komunikasi. Jika kita ingin mengetahui masalah apa yang sedang terjadi, maka kita harus memiliki kemampuan yang tepat dalam berkomunikasi. Tak selamanya konflik dipandang buruk. Hal yang tidak mengenakkan ini bisa menjadi pengalaman yang positif apabila ditangani dengan tepat. Orang yang berhasil menyelesaikan konflik biasanya akan memiliki hubungan yang lebih erat Melakukan komunikasi sangat penting karena akan selalu mendapatkan solusi penyelesaian masalah yang pernah saya hadapi.

 

Bagaimana hasilnya?

Setiap orang pasti memiliki masalah dalam hidupnya. Hanya saja berbeda-beda masalah yang dihadapinya. Ada yang memiliki masalah dalam pendidikannya, masalah dalam keuangannya, masalah dalam keluarganya, masalah dalam pekerjaannya, dan berbagai masalah lainnya. Setiap orang tidak sama dalam menghadapi, mensikapi, serta menuntaskan setiap masalah yang di hadapi. Ada yang karena suatu masalah menjadikan orang tersebut terpuruk, lemah dan bahkan merasa kehilangan harga diri-nya. Tetapi, ada juga yang karena mendapatkan masalah menjadikan orang tersebut menjadi lebih baik dan bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Mengapa bisa terjadi seperti itu? Semua adalah sama-sama manusia tetapi ada yang terpuruk karena masalah dan adapula yang menjadi lebih kuat dan bahkan lebih suksess dari sebelumnya karena memiliki masalah. Semua itu terjadi bukan karena besar kecil dan sedikit banyaknya masalah yang dihadapi, tetapi sikap dari setiap orang yang berbeda dalam menghadapi setiap masalah yang ada. Untuk itu, yang kita butuhkan adalah bagaimana cara menghadapi masalah dan bahkan menjadikan masalah sebagai landasan untukan bangkit melompat menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Ketika cobaan dalam hidup seperti datang bertubi-tubi tanpa kenal ampun, jangan dulu menyerah. Cobalah lakukan cara menghadapi masalah berikut ini agar beban di pundak anda terasa lebih ringan dan anda bisa bernapas lebih lega. Berikut cara untuk mengatasi masalah sehingga hasul yang saya dapatkan menjadi yang terbaik, yaitu : berdoa, tetap tenang, dan berpikir positif. Semoga kiranya kita semua selalu dimampukan, untuk menjadikan masalah sebagai landasan untuk dapat melompat lebih tinggi, hingga menjadi manusia yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.

Komentar